sebelah mata ibu ada padamu | Apa yang Kau Suka

Adsense Link 728 X 15

sebelah mata ibu ada padamu

June 21st, 2010 9 Comments

tadi siang buka FB, ada email dari renungan islam… hati ini sungguh teriris teringat akan ibu dirumah yang sudah lama menantikan kedatangan saya dan saya belum menyempat diri untuk datang, saya minta maaf ibu…

berikut adalah sebuah cerita atau renungan islami tentang Ibu

Pada suatu masa, ibunya datang ke sekolah
untuk melihat-lihat keadaan belajar anaknya.
Dia sungguh malu
dan bersembunyi menghindar dari ibunya…
Dia tidak peduli
dan terus saja menghindar, bersembunyi…

Keesokan harinya…
teman-teman sekolah menertawai…nya…
“Eee… ibumu cuma punya satu mata…”

Ketika itu…
ia membenamkan dirinya…
Dia ingin ibunya hilang dari hidupnya…
Dia berkata pada ibunya:
“kalo hanya ingin membuat diri aku malu…
lebih baik kamu mati..!”

Ibunya…
hanya terdiam..!?

Dia pun terdiam dan berkata di dalam hati…
apa yang barusan ia katakan pada ibunya…
setelah amarah yang menguasai dirinya…
Dia tidak pedulikan perasaan ibunya…
dia ingin keluar dari rumah itu…

Kini dia juga telah mempunyai keluarga sendiri…

Suatu ketika ibunya datang ke rumahnya…
setelah beberapa lama tidak berjumpa…
Saat membuka pintu, seorang bocah kecil…
kaget dan menangis…
ketakutan melihat nenek tua
tanpa mata sebelah…

Ibu itu diusir seketika saja
oleh anaknya sendiri seraya berkata:
“kedatanganmu membuat anakku takut
dan menangis… pergi ‘Kau’..!”

“Maaf…
mungkin saya salah alamat…”
balas ibunya.

Beberapa minggu kemudian dia mendapat undangan…
reunian teman sekolah dulu…
Dan dia pun pulang sendiri ke kampung halamannya
untuk bertemu dengan teman lamanya dulu.

Setelah selesai menghadiri acara reunian tersebut…
tergerak hatinya…
ingin melihat-lihat rumah tempat ia tinggal dulu…

saat tiba di rumah, ia tidak menjumpai ibunya…
Seorang tetangga memberikan sepucuk surat kepadanya
dan berkata bahwa ibunya telah meninggal dunia…

Di dalam surat itu tertulis…

“…Anakku tercinta…
…setiap detik…
hati ibu selalu terbayang oleh wajahmu.
Kutahan lapar serta dahaga…
karena rindu kepadamu…

…maafkan ibu…
karena wktu itu ibu datang,
hanya ingin melihat wajahmu…

…maafkan ibu…
telah membuat anakmu menangis ketakutan
melihat wajah ibu… tanpa sebelah mata…

Kini kau telah kembali…
mungkin bisa bertemu dengan
teman-temanmu dulu…

Tapi…
kau tak akan melihat ibu lagi…

Dulu…
di saat ibu melahirkan kamu…
alangkah sedih hatiku…
melihat kau lahir di dunia ini…
tanpa sebelah mata…

Ibu cinta kepadamu…
dan…
kukorbankan sebelah mataku, untukmu…
agar kau bisa melihat keindahan dunia ini…
dengan leluasa…

…Anakku yang tersayang…
maafkan ibu…
karena bagi ibu, ini tiada guna
untuk ibu cerita padamu…
itu semua karena…
aku ikhlas dan benar cinta padamu…

Maafin ibu…

Siapa orang yang pertama kita hormati di dunia ini..?
“ibumu… ibumu… ibumu… dan ayahmu…”

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Propeller
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Twitter
 

Sign up Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:

Don't forget to confirm your email subcription

   

9 Comments to “sebelah mata ibu ada padamu”

  1. salam kenal, saya Marfu. Pertama saya ingin ucapkan selamat blog Anda ada di urutan ke-3 dari 100 blog pendidikan di topseratus.com. Kedua, saya ucapkan selamat juga Anda telah memposting artikel renungan yang sangat berharga. Subhaanallaah, sungguh indah. saya sangat terharu membacanya, sangat mengingatkan betapa luas dan tinggi kasih sayang seorang ibu. Hari Ahad kemarin saya kebetulan menyampaikan materi tentang Menyakiti Orang tua sebagai dosa besar terbesar setelah syirik. Terima kasih atas postingan Anda. Teruslah kayakan blog ini dengan postingan yang manfaat. Insya Allah jadi saksi kebaikan Anda kelak. Oia, bila berkenan saya tunggu kunjungan baliknya. tks

  2. jurug says:

    Subhanalloh… sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi yang membacanya dengan hati yang bersih…

    Ibu..ibu dan ibu sepertinya kata tersebut sering kita dengar tetapi berapakah diantara kita yang benar-benar memperhatikan perjuangannya. Kalau ibu meminta upah atas pengorbanannya kepada kita sampai sekarang ini niscaya kita tidak sanggup untuk membayarnya. Hanya Doa dan bakti kita yang mampu membayarnya….

    Semoga kemuliaan dan keberkahan selalu diberikan kepada para ibu-ibu kita yang mendidik Anak-anaknya untuk mengerti Agama.

  3. Kian Coi says:

    Sudah sepatutnya lah sebuah kisah renungan seperti ini menjadi cikal bakal sebuah pembelajaran bagi kaum muda kita… tiada yang patut untuk kita angkuhkan didunia, apalagi sampai memvonis orang tua sendiri hanya karena malu menjadi bahan tertawaan orang lain…

    Setiap anak mungkin akan mempunyai beban yang berat dlm hidupnya manakala dia memiliki orang tua yang berada ataupun fakir hidupnya…karena mereka hanya bisa merasakan tanpa pernah mencarinya, namun ketika mereka menjadi orang tua maka beban yang paling berat justru akan semakin mereka rasakan….

    Dalam setiap kebaikan orang tua sepatutnyalah bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi sianak kelak… tentunya bisa menjadi sahabat bagi anak2 mereka adalah langkah paling baik untuk menanamkan moral serta sikap saling menghargai…

    I love u my parent’s…

  4. ari says:

    Kian Coi :Sudah sepatutnya lah sebuah kisah renungan seperti ini menjadi cikal bakal sebuah pembelajaran bagi kaum muda kita… tiada yang patut untuk kita angkuhkan didunia, apalagi sampai memvonis orang tua sendiri hanya karena malu menjadi bahan tertawaan orang lain…
    Setiap anak mungkin akan mempunyai beban yang berat dlm hidupnya manakala dia memiliki orang tua yang berada ataupun fakir hidupnya…karena mereka hanya bisa merasakan tanpa pernah mencarinya, namun ketika mereka menjadi orang tua maka beban yang paling berat justru akan semakin mereka rasakan….
    Dalam setiap kebaikan orang tua sepatutnyalah bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi sianak kelak… tentunya bisa menjadi sahabat bagi anak2 mereka adalah langkah paling baik untuk menanamkan moral serta sikap saling menghargai…
    I love u my parent’s…

  5. Ceritanya sungguh bikin terharu, jd teringat alm.mama 🙁

  6. Bangauputih says:

    ga bisa bilang apa-apa mas, mata saya terlanjur basah…
    teringat almarhmah ummi saya… (T-T)

  7. Om hadi says:

    subhanallah…… numpang copy paste ya. saya sunnguh terharu atas cerita ni. bwt ibu, emak sy yg di rumh. aq mohon maaf.

  8. endah says:

    subhana allah….jd terharu membacanya dn terbayang2 wajah ke2 org tua sy yg telah tiada.kadang di hati sy suka bertanya sdang apa mereka disana.mudah2an amal ibah mereka di trima Allah SWT.amin….
    ijin copy paste ya….

  9. idawati says:

    subhanallah, ceritanya sangat menyentuh hatiku..
    ya allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, makasih ibu karena engkau telah merawatku dari bayi sampai sekarang aku telah dewasa. aku merasa belum pernah melakukan hal2 yg bisa membuatmu bahagia, semoga ibu dan ayah di berikan umur panjang dan semoga kelak aku bisa merawatmu sampai tua nanti…
    🙂

Leave your comment here:

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box