Bahayanya Budaya Menjilat | Apa yang Kau Suka

Adsense Link 728 X 15

Bahayanya Budaya Menjilat

May 26th, 2010 6 Comments

Rasullullah SAW bersabda, “Menjilat bukanlah termasuk karakteristik moral seorang mukmin.” (Kanzul Ummat, hadits 29364). Budaya menjilat bukan budaya seorang mukmin. Bahkan, sebenarnya budaya ini lebih dekat pada karakter seorang munafik.

Seorang penjilat sejatinya sedang membohongi dirinya sendiri. Apa yang dilakukannya berlawanan dengan lubuk hatinya yang paling dalam. Ia rela melakukan apa saja secara berlebihan demi mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang yang dijilatnya. Biasanya yang menjadi korban penjilat adalah mereka yang tergolong mapan dan superior, seperti atasan, pimpinan, pemegang kekuasaan dan keputusan.

di Indonesia budaya menjilat sudah mendarah daging, didalam dalam bekerja Jilatan lah yang menjadi sebuah penilaian, pimpinan pun semakin banyak yang senang dijilat.. tak penting siapa yang bekerja dengan baik dan benar

Lalu mengapa Islam melarang budaya menjilat?? Menjilat adalah salah satu bentuk kehinaan. Padahal, Islam datang menjunjung tinggi kemulian dan kehiormatan manusia. Sedangkan penjilat berusaha menghinakan dirinya dan merobohkan harkat dan martabat manusia yang dibangun Islam.

Terkadang, budaya menjilat ini timbul karena kesalahpahaman terhadap makna dan pengertian tawadhu (rendh hati). Misalnya, seorang bawahan merasa perlu memuji atasannya setinggi langit demi menunjukkan loyalitasnya terhadap sang atasan. Ironis sekali kalau sang atasan mengangguk-anggukkan kepalanya alias mengamini dengan berbagai pujian itu. Sementara hal yang dijadikan bahan pujian bawahannya itu sebenarnya tidak terjadi.

Dengan demikian, atasan ini telah membiarkan kebohongan dan kepura-puraan terhadap dirinya terus berlangsung. Sesuatu yang tidak ada pada dirinya terus berlangsung. Seusatu yang tidak ada pada dirinya dikatakan ada. Bukankah ini dusta yang besar?? Bukankah ini hal yang terlarang. Ali bin Abi Thalib pernah berpesan, ”Memuji lebih dari yang seharusnya adalah penjilatan.” (Nahjul Balaghah, hikmah 347). Karena itu, hindari sejauh mungkin segala tindakan yang menjurus ke arah penjilatan.

lebih baik dkatakan menyetujui kebenaran dan mengagumi kasih suci….

Menjilat adalah suatu jalan pintas untuk mencapai tujuan dgn gamblang serta berjatuhan korban2…….itulah bahayanya menjilat

sekedar Curahan Hati….  Suaraku, Suara Kami……

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Propeller
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Twitter
 

Sign up Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates, Enter your Email here:

Don't forget to confirm your email subcription

   

6 Comments to “Bahayanya Budaya Menjilat”

  1. artikel yang menarik dan harus dimaknai dalam kehidupan dan pribadi masing2….btw, thx untuk pandangan yang udah diberikan dan semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari cerita tsbt….

  2. Coba Diklik says:

    Saya juga sangat benci pada temen-temen penjilat itu mas.

  3. Coba Diklik says:

    Saya juga sangat benci pada temen-temen penjilat itu mas.

  4. Hakim says:

    menurut saya penjilat yang dijilat itu adalah orang bodoh, menipu hanya untuk kepentingan duniawi belaka

  5. adib says:

    masuk akal saran anda subhannallah…

  6. megalibrary says:

    penjilat sama aja menikam dari belakang,,,

Leave your comment here:

Please type the characters of this captcha image in the input box

Please type the characters of this captcha image in the input box